Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN)
telah melakukan penelitian dan pengembangan serta pemanfaatan teknologi
nuklir di berbagai bidang, diantaranya kesehatan, industri, lingkungan
dan pertanian. Di bidang pertanian, BATAN telah mampu melakukan
pemuliaan tanaman dengan menggunakan teknik radiasi untuk mendapatkan
bibit tanaman yang unggul. Melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi
(PAIR), BATAN akan segera melepas varietas dua varietas tanaman pangan.
Pertama, Varietas tanaman padi dengan
nama Mustaban merupakan singkatan dari Mutasi Radiasi Varietas Banten.
Mustaban mempunyai beberapa keunggulan misalnya umur panen hanya 103
hari, produksi rata-rata 6,59 ton/ha, potensi hasil sampai 10,86 ton/ha,
beras kepala utuh 92,48%, kadar amilosa 13,13 sehingga nasinya empuk
dan pulen, tahan terhadap penyakit blast dan agak tahan wereng, anakan
tanaman produktif 18 bh/rumpun.
Mustaban merupakan hasil perbaikan
varietas padi lokal Banten dengan nama "Kewal" dengan menggunakan teknik
radiasi yang dilakukan oleh para pemulia BATAN antara lain Ita
Dwimahyani, Sutisna, dan Yulidar.
Kedua, Varietas tanaman kacang tanah
dengan nama KATANTAN 1 singkatan dari Kacang Tanah BATAN. KATANTAN 1
mempunyai keunggulan antara lain potensi hasil 2,73 ton/ha, berpolong 3,
tahan penyakit karat, dan tidak mengandung aflatoxin (carsinogenic)
yaitu zat penyebab penyakit kanker. Seperti halnya Mustaban, KANTANTAN
juga hasil dari perbaikan varietas kacang tanah dengan menggunakan
teknik radiasi yang dilakukan oleh pemulia BATAN yaitu Parno dan Kumala
Dewi. (pur)
Sumber : batan.go.id


