Benih
merupakan sarana produksi utama dalam budidaya tanaman karena dengan benih
bermutu dapat meningkatkan produksi, benih bermutu secara ekonomi memberi nilai
tambah/manfaat bagi masyarakat/petani
Salah
satu faktor penting dalam pengembangan pertanian adalah ketersediaan benih
bermutu. Benih bermutu dibutuhkan untuk menjamin pertanaman yang baik
dilapangan. Salah satu kegiatan dalam pengadaan benih bermutu adalah
penyimpanan benih yang tepat. Penyimpanan benih sangat penting dilakukan untuk
mempertahankan viabilitas benih selama periode penyimpanan yang selama mungkin.
Pengaturan kondisi simpan yang sesuai sangat menentukan upaya menekan
kemunduran fisiologis sekecil mungkin sehingga benih tetap memiliki viabilitas
yang tinggi setelah disimpan. Semakin tinggi daya tumbuh benih semakin lama
benih dapat disimpan.
Salah
satu kendala yang menghambat upaya peningkatan produksi tanaman pangan di
Indonesia adalah upaya penyediaan benih bermutu tinggi. Benih bermutu tinggi
yaitu benih yang memiliki mutu genetic, fisiologi, dan fisik yang baik.
Beberapa hal yang dapat menyebabkan turunnya mutu benih adalah cara penyimpanan
benih yang kurang tepat selama periode penyimpanan. Hal ini akan meningkatkan
laju deteriosasi, sehingga viabilitas dan vigor benih cepat menurun.
BATAN
merupakan badan negara yang salah satu
tugas dan fungsinya untuk memanfaatkan aplikasi teknologi nuklir salah satunya menciptakan
varietas terutama tanaman pangan. Untuk tetap terjaga kualitas dan kuantitas
benih BATAN perlu manajemen yang baik dalam memproduksi, penyimpanan dan pelayan.
Tim Kerja
Adapun tim kerja benih BATAN sebagai berikut:
1 Ita Dwimahyani
2 Khairul Yusuf Nst
3 Khoidir
4 Heri


