Salah satu kisah sukses BATAN adalah
dalam penggarapan diversifikasi pangan. Ini untuk menjawab salah satu
masalah di Indonesia yaitu jumlah lahan pertanian yang tidak bertambah
sementara di sisi lain pertumbuhan jumlah penduduk terus meningkat.
Solusinya antara lain dengan menambah jumlah waktu panen padi dan
lainnya. Rentang waktu panen perlu diperpendek dan jumlah panen itu
sendiri ditingkatkan.
Teknik nuklir dapat digunakan untuk
rekayasa genetika tanaman dan menghasilkan varietas baru bersifat
unggul. Misalnya produksi tinggi, adaptif pada kondisi iklim Indonesia,
umur genjah, kualitas beras bagus dengan rasa nasi pulen atau enak.
Pada jenis padi, teknik kombinasi
persilangan dan radiasi dilakukan pada varietas IR-36, IR-64 dan IR-74
dengan varietas padi hasil mutasi radiasi yang dihasilkan BATAN
sebelumnya. Selain itu juga dilakukan teknik iradiasi terhadap varietas
Cisantana, Diah Suci, Cimelati dan varietas lokal Pandanwangi (Cianjur)
dan Super Win (Sulawesi Utara).
Dengan menggunakan teknik mutasi
radiasi, BATAN sudah menghasilkan 20 varietas padi, delapan kedelai, dua
varietas kacang hijau dan satu varietas kapas. Karena itulah BATAN
kemudian mendapat penghargaan Inovasi Bidang Pangan dari Menteri
Pertanian pada 2009.
Tingginya
angka produksi terlihat dari data Biro Pusat Statistik pada 2011, di
mana tingkat produktivitas padi hasil pemuliaan mutasi rata-rata
mencapai 7 ton per hektare. Angka itu di atas produksi beras nasional
sebesar 5,01 ton per hektar. Selektifnya pemuliaan padi oleh BATAN
terlihat dari munculnya varietas padi Mira-1. ini adalah hasil seleksi
bibit unggul dari penyinaran benih varietas Cisantana dengan sinar gamma
cobalt 60 sejak tahun 2000. Akhirnya diperoleh 15 galur yang mempunyai
sifat agronomi berbeda dengan varietas Cisantana yaitu ujung gabah tidak
berbulu.
Padi yang dihasilkan BATAN terbukti
sukses. Varietas padi Bestari misalnya, terpilih sebagai salah satu
karya unggulan anak bangsa dalam peringatan Hari Kebangkitan Teknologi
Nasional 2013. Dilepas oleh Menteri Pertanian pada 2008, Bestari juga
telah mendapatkan sertifikat hak perlindungan varietas tanaman pada
Februari 2012.
Varietas Bestari berasal dari
galur-galur mutan iradiasi padi varietas Cisantana dengan sinar gamma.
Salah satu mutan yang paling unggul memiliki ciri produktivitasnya
tinggi, berumur genjah, tekstur nasinya pulen, tahan hama wereng coklat
dan tahan terhadap penyakit hawar daun. Setelah dilakukan uji
multilokasi di 28 lokasi maka varietas Bestari dilepas oleh Menteri
Pertanian pada tanggal 28 Juli 2008
Sumber : batan.go.id



0 komentar:
Posting Komentar